Singing is my blood, my breath, my soul and my life! Can't imagine living without it.
Kamis, 19 September 2013
Analisis alur cerpen Senyum Karyamin
1. Karyamin memikul dua buah keranjang batu kali.
2. Karyamin telah tergelincir dua kali.
3. Teman-teman Karyamin menertawakannya.
4. Karyamin kehilangan keseimbangannya.
5. Dua buah keranjang batu tumpah.
6. Karyamin ditertawakan teman-temannya lagi.
7. Teman-teman karyamin membicarakan istrinya.
8. Karyamin pusing.
9. Saidah menggelar dagangan dibawah pohon waru. 10. Karyamin mendatangi Saidah dan meminta minum pada Saidah.
11. Saidah menawarkan makan kepada Karyamin.
12. Karyamin menolak tawaran makan dari Saidah, karena tak mau menambah hutang.
13. Karyamin melihat burung Paruh Udang.
14. Karyamin teringat pada anak dan istrinya.
15. Karyamin kembali ke sungai.
16. Karyamin ingin pulang.
17. Tengkulak sudah setengah bulan belum membayar batu Karyamin.
18. Karyamin melanjutkan kakinya pulang kerumah.
19. Karyamin melihat jambu dan salak berserakan.
20. Karyamin memakan buah tersebut, namun belum matang benar.
21. Karyamin melihat dua buah sepeda jengki didepan rumahnya.
22. Pak Pamong menunggu Karyamin didepan rumahnya.
23. Pak Pamong menagih iuran untuk korban kelaparan di Afrika.
24. Karyamin tertawa keras.
25. Karyamin pingsan.
Minggu, 25 Agustus 2013
Analisis Puisi “Doa” dan Lirik lagu “Damai bersama-Mu”
|
||
|
|
|
Pengarang: Chairil Anwar
kepada pemeluk teguh
Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namamu Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh cahyaMu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi Tuhanku aku hilang bentuk remuk Tuhanku aku mengembara di negeri asing Tuhanku di pintuMu aku mengetuk aku tidak bisa berpaling 13 November 1943
Aku Termenung
Di Bawah Mentari
Di Antara Megahnya Alam Ini Menikmati Indahnya Kasih-Mu Kurasakan Damainya Hatiku Sabda-Mu Bagai Air Yang Mengalir Basahi Panas Terik Di Hatiku Menerangi Semua Jalanku Kurasakan Tenteramnya Hatiku Reff; Jangan Biarkan Damai Ini Pergi Jangan Biarkan Semuanya Berlalu Hanya Pada-Mu Tuhan Tempatku Berteduh Dari Semua Kepalsuan Dunia Bila Ku Jauh Dari Diri-Mu Akan Kutempuh Semua Perjalanan Agar Selalu Ada Dekat-Mu Biar Kurasakan Lembutnya Kasih-Mu
Puisi ‘Doa´ karya Chairil Anwar di atas
mengungkapkan tema tentang ketuhanan (beraliran mistisisme). Hal ini dapat kita
rasakan dari beberapa bukti. Pertama, diksi yang digunakan sangat kental dengan
kata-kata bernaka ketuhanan. Kata `doa´ yang digunakan sebagai judul
menggambarkan sebuah permohonan atau komunikasi seorang penyair dengan
SangPencipta. Kata-kata lain yang mendukung tema adalah Tuhanku, nama-Mu,
mengingat Kau,caya-Mu, di pintu-Mu. Kedua, dari segi isi puisi tersebut
menggambarkan sebuah renungan dirinya yang menyadari tidak bisa terlepas dari
Tuhan.
Sama seperti Puisi ‘Doa’ karya Chairil Anwar,
lirik lagu ‘Damai Bersama-Mu’ juga bertema tentang ketuhanan. bermakna akan
kebutuhan dasar manusia yang sesungguhnya yaitu untuk dekat dengan sang
pencipta alam. Namun, jika dilihat dari diksinya lebih sederhana dan mudah
dipahami dibandingkan dengan puisi ‘Doa’ karya Chairil Anwar.
|
Langganan:
Postingan (Atom)