Phantom Of The opera
Cerita berawal dari dua orang gadis muda yang mengejar impian mereka untuk menjadi penyanyi panggung opera di kota New York. Salah satunya bernama Christine.
Ia berencana mengikuti casting yang diadakan sebuah gedung opera di New York.
Dia ingin sekali mendapatkan peran. Walaupun hanya peran kecil dalam opera berjudul The Swan. Dengan bantuan temannya yang bernama Meg, Christine mulai mencari-cari materi yang sempurna untuk dinyanyikannya saat casting nanti. Christine berharap dapat menemukan partitur yang bagus untuk dinyanyikan, merekapun mencari partitur kuno di sebuah perpustakaan. Akhirnya mereka berhasil menemukannya. Mereka menemukan sebuah naskah partitur kuno berjudul Don Juan Triumphant.
Christine langsung berlatih saat itu juga menyanyikan lagu Don Juan Triumphant. Tapi tiba-tiba saja Not Balok - not balok pada kertas partitur kuno itu mengeluarkan darah hingga membanjiri telapak tangan Christine. Iapun menjerit ketakutan hingga temannya menghampirinya dan bertanya ada apa dengannya? Namun saat itu tangan Christine dan kertas partitur itu telah bersih dari darah tadi. Aneh, temannya mencoba menenangkan Christine.
Akhirnya, Christine tiba ditempat casting. Ketika giliran Christine tiba, Ia menyanyikan lagu yang ia temukan diperpustakaan waktu itu, lagu Don Juan Triumphant. Juri sangat terpesona dengan penampilannya. Namun tiba-tiba saja sebuah lampu panggung jatuh tepat di atas kepalanya. Christine terjengkal dan langsung jatuh pingsan.
Ketika Christine tersadar, tiba-tiba ia sudah berada di tempat lain. ia berada di sebuah gedung opera di inggris, Gedung Opera London yang sangat terkenal dimana pada saat itu latihan opera sedang berlangsung.
Dia mendapat sebuah peran kecil dalam latihan itu. Kebetulan saat latihan itu berlangsung, Christine juga mengalami kejadian yang sama dengan kejadian sebelumnya yaitu tertimpa lampu. Di moment ini, Christine jatuh pingsan karena tertimpa sebuah karung yang terjatuh dari langit-langit panggung. Christine seperti berada di dua waktu pada waktu bersamaan.
Seorang bernama Joseph Buquet, kru yang bertugas mengangkat layar mengatakan bahwa ia melihat hantu menjatuhkan karung itu ke panggung.
Tapi Joseph harus membayar mahal atas perkataannya itu. Karena meski orang-orang ditempat itu tidak ada yang percaya bahwa ada hantu, pada kenyataannya justru hantu itulah yang membunuh Joseph dan mengulitinya.
Hantu itu mendatangi kamar Christine. Ia menyadari keberadaan hantu itu, namun ia mengira kalau hantu itu adalah malaikat yang dikirim Ayahnya untuk mengajarinya bernyanyi. Karena di masa hidupnya, Ayahnyalah yang mengajarinya bernyanyi. Dan hantu itu memang mengajarinya bernyanyi. Tapi hantu itu tidak mengajari Christine menyanyikan lagu yang harusnya ia bawakan untuk pementasan nanti, melainkan lagu pemeran utamalah yang hantu itu ajarkan pada Christine. Lagu Marquerite yang sebenarnya diperankan oleh Carlotta. Hantu itu berjanji dan meyakinkan Christine bahwa ia akan membuat peran utama menjadi peran Christine, bahwa Christine akan menggantikan Carlotta menjadi pemeran utama.
Carlotta adalah Diva terkenal di dunia opera. Namun sayangnya ia bersifat jelek, ia sombong dan jahat. Carlotta mengetahui kemampuan Christine yang sangat bagus, sehingga ia menganggap Christine adalah saingannya. Carlotta ingin sekali menyingkirkan Christine, hingga ia memaksa pemilik gedung Opera untuk mengusir Christine. Jika tidak, ia tidak ingin lagi menyanyi di gedung Opera tersebut.
Tapi semua tidak berjalan sesuai rencana Carlotta. Hantu itu memberikan pelajaran yang sangat mengerikan bagi Carlotta. Hantu itu menggantung mayat Joseph di dalam lemari pakaian Carlotta. Ketika melihatnya, ia menjerit-jerit ketakutan sampai suaranya habis dan tak bisa bernyanyi lagi untuk pertunjukan Opera tersebut.
Christinepun terpilih menjadi penggantinya. Tak diduga, penonton sangat suka dengan penampilannya. Meski Christine terbilang baru dan belum seahli Carlotta yang sudah sangat lama menjadi penyanyi Opera.
Tak disangka, kisah opera yang dibawakan Christine ternyata menggambarkan kisah si hantu dalam masa hidupnya. Dia adalah seorang penggubah lagu yang berbakat dan sangat ingin karya-karyanya menjadi terkenal di dunia seperti karya-karya Mozart dan Beethoven. Untuk itu ia rela melakukan apa saja, hingga ia menjual jiwanya kepada setan yang berjanji akan membuat si hantu terkenal.
Namun setan ini berbuat yang tidak disangka oleh si hantu. Setan merusak wajah si hantu sehingga ia menjadi sangat buruk rupa. Sambil merusak wajah si hantu, setan berkata "Dunia memang akan meyukai dan mengingat lagumu. Tapi hanya itu saja yang akan mereka sukai darimu".
Christine yang berhasil memukau penonton pada pertunjukan malam itu, langsung terkenal dan menjadi buah bibir pada saat itu. Wajah dan namanya selalu muncul di koran-koran, semua koran selalu membicarakan keberhasilan Christine pada pertunjukan opera itu. Namun kegembiraannya surut ketika ia membaca sebuah berita di koran lokal yang memuat artikel tentang seorang kritikus yang mengatakan bahwa penampilan Christine sangat buruk waktu itu dan tidak pantas dibandingkan dengan Carlotta yang sudah menjadi Diva.
Si hantu yang mengetahui hal ini langsung bertindak dan membunuh si kritikus karena telah menyakiti hati gadis pujaannya.
Kemudian si hantu mendatangi Christine dan menghibur hatinya. Dia menjanjikan pada gadis itu, bahwa ia bisa membuatnya sangat terkenal dan disukai banyak orang. Dan tidak akan ada yang berani mengkritiknya. Dalam kesedihannya Christine setuju. Dan mengikuti si hantu pulang ke tempat tinggalnya.
Ternyata dia tinggal di saluran got tepat di bawah Gedung Opera London.
Saat itulah Christine menyadari, kalau si hantu ternyata adalah Eric Destler.
Dan disitu pula hantu Eric memaksa Christine menerima lamarannya dan menyelipkan cicin di jari manisnya.
Christine tidak bisa menolak dan tidak bisa melepaskan cincin itu dari jarinya.
Kemudian serombongan orang yang dipimpin oleh seorang polisi mencari keberadaan Christine.
Seorang gelandangan yang juga tinggal di got di bawah Gedung Opera London membantu menunjukkan jalan kepada mereka.
Karena ia pernah melihat hantu Eric membawa Christine masuk ke got itu. Eric yang mengetahui kejadian ini kemudian
membunuh semua orang yang terlibat dalam pencarian itu. Namun, Richard kekasih Christine dan Inspektur Hawkins si kepala polisi itu, masih hidup dan berhasil menemukan tempat tinggal Eric.
Dengan marah, Eric juga membunuh mereka berdua di depan mata Christine. Gadis itu sangat marah, lalu menyambar lilin yang menyala dan melemparkannya ke tumpukan kertas karya terbaru Eric Destler yang masih belum selesai.
Eric menjerit, karena karya-karya itu adalah jiwanya. Tanpa karyanya ia akan mati. Tapi karena api begitu cepat menyambar,
kumpulan kertas itu pun terbakar dengan cepat dan hantu Eric pun musnah. Pada saat itu, Christine pun pingsan.
Ketika tersadar, Christine telah kembali ke casting opera yang dilakukannya di New York.
Semua orang tengah mengerubunginya ketika ia pingsan terhantam lampu panggung. Saat itulah dia kemudian bertemu dengan Foster, pemilik gedung opera itu, yang wajahnya sangat mirip dengan Eric Destler. Dan Foster memang arwah Eric yang hidup kembali, karena Christine menyanyikan partitur lagu ciptaannya, Don Juan Triumphant.
Partitur yang berubah menjadi darah itulah yang membuktikan kebangkitan awal dari Eric.
Dan kini ia masih tetap mengincar Christine. Tapi kali ini, Christine tidak mau lagi terbujuk dengan janji Eric akan ketenaran dan keberhasilan di dunia opera.
Dia sudah mengalami hal itu di dalam mimpinya, dan ia tidak ingin itu terulang lagi. Maka kali ini, Christine menikam jantung Eric tanpa belas kasih. Lalu melarikan karya-karyanya yang masih belum selesai, merobeknya dan membuangnya ke selokan. Termasuk juga partitur asli dari Don Juan Triumphant. Karena setiap kali ada yang menyanyikan partitur lagu itu, maka Eric Destler akan kembali hidup.
Karena setan sudah menjadikan karyanya itu sebagai jiwanya.
Selesai.
:o ini fiksi atau asli kisahnya? serem ya tapi romantis banget
BalasHapusfiksi
BalasHapus